Kamis, 01 Januari 2009

Menuju Gaza & Membebaskan Palestina

Menuju Gaza, membebaskan Palestina, judul tulisan yang sengaja saya ambil untuk menguatkan tulisan dibawah ini. Selanjutnya mungkin sudah terbersit dalam benak untuk menulis "Mempalestinakan Israel & Mengislamkan Dunia". Keras bukan? Saat ini saya tidak mau ambil peduli dengan apa persepsi pembaca terhadap tulisan saya beberapa hari ini, fundamentalis, militan, fanatik, I really don't care, my concern today is my brother & sister in Gaza.

Dan mohon maklum bagi anda pengunjung setia blog ini, beberapa hari ini tulisan saya tidak konsisten pada ekonomi Islam. Meskipun harapan saya anda menangkap semangat Ekonomi Islam pada tulisan-tulisan tentang Palestina ini. Karena memang sesungguhnya tidak ada perbedaan perjuangan kita di Ekonomi Islam dengan perjuangan Saudara kita di Palestina (lihat tulisan saya terdahulu).

Sejak subuh tadi, channel TV yang terus tayang di ruang keluarga rumahku hanya tayangan news dari Aljazeera/English. Kabar-kabar terbaru dari Gaza terus menjadi perhatianku. Semalam di beritakan PBB gagal untuk sekedar mengutuk tindakan Israel yang telah membunuh 400 manusia dalam 5 hari dengan jumlah orang yang terluka lebih dari 2000. Seperti biasa US dan UK, dua pemerintah tak bernurani (mencari kata yang tepat untuk dua negara ini membuat saya termenung sekian lama, awalnya saya ingin gunakan syetan atau iblis, tapi anda mungkin akan menangkap kesan tidak intelak pada kalimat ini), melakukan veto tidak menyetujui resolusi kutukan pada Israel.

Beberapa saat, ditayangkan Israel yang dengan bangga memperlihatkan bagaimana pejuang-pejuang Palestina yang sedang membongkar roket dari truk berhasil mereka ledakkan dengan rudal. Namun ternyata berdasarkan saksi mata, mereka bukan pejuang, tetapi rakyat sipil yang tengah membongkar tabung-tabung gas untuk kebutuhan toko mereka.

Dilain segmen, disampaikan bagaimana koresponden Aljazeera di perbatasan Gaza - Israel melaporkan bahwa penyerangan darat Israel tertunda kemungkinan karena cuaca lembab yang membuat lingkungan berkumpulnya tank-tank Merkava (tank menjadi simbol kemajuan teknologi perang Israel) dan lingkungan menuju Gaza berlumpur. Lingkungan berlumpur ini tentu akan menyulitkan manuver darat Israel. Benak saya langsung menyimpulkan bahwa Allah SWT telah memberikan tanda-tanda bahwa Beliau bersama pejuang-pejuang Gaza. Allah SWT kirimkan pasukannya berupa cuaca dan hujan, yang membuat Israel laknatullah kerepotan sebelum melakukan niat jahatnya.

Atas indikasi itu, saya yakin di Palestina khususnya Gaza, telah berkumpul tentara-tentara Allah di langit Gaza. Mereka para Malaikat dan makhluk-makhluk bumi yang tak terlihat. Mereka menunggu saatnya untuk ikut berjuang di medan suci yang saat ini hanya bisa saya saksikan dan kirimkan do'a. Saya yakin perang ini akan menunjukkan kekuasaan Allah, dan semakin meneguhkan pejuang Islam dimanapun ia berada, baik yang tengah aktif berjuang atau mereka yang tengah menyiapkan diri mereka.

Di internet (http://www.infopalestina.com/), saya membaca pesan pemimpin Hamas Ismail Haniya, bahwa perang ini merupakan perang gila yang sudah melanggar semua konvensi, melanggar semua hukum yang ada di dunia dan di langit. Tetapi ini sebuah kemuliaan dari Tuhan. Namun sempitnya wilayah Gaza dan banyaknya korban yang jatuh karena kebodohan dan kezaliman Yahudi, telah diimbangi dengan kesabaran, kegigihan dan semangat pejuang Palestina. Disamping itu ada keyakinan bahwa mereka memiliki kekuatan yang maha dahsyat di belakang mereka yaitu Allahu Rabbul Alamin.

Saya teringat beberapa pekan lalu ketika saya duduk menikmati suasana pagi bersama istri di beranda rumah, anak laki-laki saya bertanya kepada saya, mengapa namanya Aqsa. Saya tersenyum dan kemudian menjawab, "karena abi ingin aqsa selalu ingat dengan Masjid suci kita di Palestina yang sekarang sedang jajah sama Yahudi Israel. Dan abang Aqsa kalau bisa nanti harus mampu membebaskan Masjid itu, kalau perlu jadi panglima tentara Islam di sana". Anakku hanya menjawab, "Ooo... nanti kalau abang sudah besar ya bi?" "Iya Insya Allah". Kemudian seperti kebiasaan paginya Aqsa berbaring di kursi panjang di beranda rumah.

4 komentar:

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum

kang saya pengen tanya, sebagai mahasiswa ( saya pengurus ISEG juga ) respon seperti apa yang paling tepat untuk menunjukkan kepedulian pada saudara - saudara kita di Gaza?
seperti dilempar lumpur hitam ke muka sendiri di 1 Muharram, saya hanya bisa menangis dan berdo'a, sedih dan malu rasanya nggak bisa buat apa2...
malu mengaku saudara mereka tapi tak mampu buat apa2, malu mengaku pengikut Rasulullah tapi tak mampu menolong saudaranya, malu mengaku generasi islam tapi tak mampu buat karya apa2 demi agama ini.....
apa tindakan2 yang mugkin bisa menghapus sedikit rasa bersalah dihati ini?

PENGURUS mengatakan...

Wa'alaikumussalam...

akhi, banyak yang bisa dilakukan. jangan nilai "berkontribusi" dari kehadiran kita disana. kalau ga bisa nyumbang banyak dana, kan bisa melakukan ajakan-ajakan kepada sebanyak mungkin orang untuk menyumbang, jika terkumpul banyak dana bukankah itu dinilai hasil kontribusi kita.

jika kita bisa berdoa, ajak sebanyak mungkin orang berdoa, maka akan lebih banyak lagi energi doa yang membuat langit bergetar dan memberikan takdir-takdir baiknya.

jika kita sudah peduli, ajak sebanyak mungkin orang untuk peduli, dari banyak orang yang peduli mungkin akan banyak lagi ide-ide lain seperti apa bentuk berkontribusi selain dana dan doa.

Unknown mengatakan...

makasih kang, Insya Allah teman - teman dari permais ama LKDF Unpad lain bisa sama2 berbuat sesuatu untuk ngajak teman - teman lain supaya lebih peduli.

Kharizal Afriandi mengatakan...

Message of peace

To discontinue war in Gaza let us all entire to conduct movement of peace by on 10 January 2009 on 01.00 GMT to come and remain to camp during 3 day in location which can be reached

To which remain close to frontier of Israel or owning ability to come to that place to be gathering and camp in gateway frontier of nearest Israel.

To which remain close to embassy of USA or owning ability to come there gather and camp in gateway embassy of USA

We are Expected gathering of millions of this people can stops war in Gaza

please help to submit this message to others.


Pesan perdamaian
Untuk menghentikan perang di Gaza marilah kita semua seluruh melakukan gerakan perdamaian oleh pada 10 Januari 2009 pada 01.00 GMT dan tetap akan datang ke perkemahan selama 3 hari di lokasi yang dapat mencapai
Untuk yang tinggal dekat perbatasan Israel atau memiliki kemampuan untuk datang ke tempat yang akan berkumpul dan berkemah di gerbang terdekat dari perbatasan Israel.
Untuk yang tinggal dekat dengan kedutaan dari israel atau memiliki kemampuan untuk datang dan berkumpul di pintu gerbang perkemahan di kedutaan dari israel
Untuk yang tinggal dekat dengan kedutaan Amerika Serikat yang memiliki kemampuan atau datang ke sana berkumpul dan berkemah di pintu gerbang dari kedutaan Amerika Serikat
Kami sedang mengumpulkan Diharapkan dari jutaan orang ini bisa menghentikan perang di Gaza
mohon bantuan untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain.


http://www.dunia3d.co.cc