Selasa, 19 Februari 2013

menjaga idealisme..

Tersanjung rasanya sudah dikunjungi oleh adik-adik ISEG-UNPAD sekedar untuk silaturahim dan diskusi tentang perjuangan Ekonomi Islam serta saling menasehati dalam menjaga semangat berjuang. Sekali lagi terima kasih buat adik-adik ISEG, sungguh kunjungannya telah menyadarkan saya bahwa perjuangan akan selalu memiliki "tentara"-nya, meski setiap tentara tidak akan selalu dijamin ada dalam barisan perjuangan.

Ketika diminta untuk menyampaikan nasehat dan sharing pengetahuan tentang perjuangan Ekonomi Islam, hampir semua kalimat yang keluar dari mulut saya, saya ucapkan dengan rasa malu yang begitu besar. Adik-adik rela untuk meluangkan waktu jauh-jauh berkunjung, sekedar untuk silaturahim dan menambah wawasan. Saya mereka-reka; untuk perjuangan apa yang rela mereka lakukan? Malu saya.

Tapi saya sudah sempat mengaku lemah dihadapan adik-adik ISEG, bahwa motivasi perjuangan saya bukanlah untuk menumpuk-numpuk pahala atau meninggikan reputasi kebaikan. Semua saya lakukan untuk membunuh dosa saya yang terus bertambah. Tapi biarlah motivasi itu menjadi urusan pribadi dari masing-masing kita, yang penting kita sedang berada dalam satu barisan menuju satu tempat yang sama. Mari saling menyemangati, saling menasehati, bahu-membahu dan bantu-membantu.

Seorang Adik ISEG bertanya pada pertemuan itu, apa yang dapat dan harus dilakukan untuk menjaga idealisme? Saya jawab dengan apa yang selama ini telah menjaga idealisme saya. Tetapi melalui tulisan inisaya ingin genapkan dengan jawaban ini; bahwa menerima kunjungan adik-adik ini adalah salah satu cara menjaga idealisme saya. Melihat semangat kalian melalui kunjungan ini, cukup bagi saya. Kunjungan kalian lebih tajam dari kalimat-kalimat nasehat seorang ustadz tentang komitmen perjuangan. Untuk itu saya ucapkan terima kasih banyak. 

Untuk adik-adik ISEG-UNPAD sekali lagi terima kasih atas kunjungannya, sungguh saya melihat besarnya semangat dan tekad dari kalian, yang jumlahnya berlipat-lipat kali ganda dari jumlah kalian yang datang. Semoga dalam waktu dekat ini saya diberikan kesempatan oleh Allah SWT membalas kunjungan adik-adik.

Pada kesempatan ini juga saya ucapkan selamat berkonsolidasi buat teman-teman FOSSEI yang sebentar lagi akan menyelenggarakan silaturahim akbar. Manfaatkan baik-baik. Saya melihat itu bukan hanya silaturahim biasa, karena sesungguhnya kalian adalah tentara-tentara masa depan, yang berkumpul untuk mengasah pedang pengetahuan dan semangat. Kita akan sama-sama saksikan 10-15 tahun kedepan, apakah tentara-tentara itu akan berhasil dalam medan pertempuran, baik pertempuan di medan perang pribadinya maupun medan pertempuran kolektif umat.

5 komentar:

Pimgi Nugraha Algheraze mengatakan...

subhanallah kang Ali. syukron sebanyak-banyaknya kang sudah mau meluangkan waktu akang yg berharga utk menerima kunjungan dari kami dan berbagi wawasan yg sangat berarti bagi kami. Allahu Akbar utk Ekonomi Islam..!!

Rikza Adhia Nada Rezki mengatakan...

Subhanallah, tulisan antum pagi ini cuku membuat mata ini berkaca-kaca

menyadari bahwa sebuah perjuangan dalam medan dakwah itu tiada batasnya sampai Allah memperkenankan hamba-Nya untuk istirahat dengan memanggil-Nya kelak

Sukron ustadz...

irwan irawan mengatakan...

mengingatkan kembali tentang semangat itu.. semoga terus terpelihara dan terus meningkat..

Muhadis mengatakan...

mantab gan.. ditunggu updatenya.. salam kenal kunjungan tetangga. :)

Willy Mardian mengatakan...

Assalamualaikum Ustadz, apa kabarnya

DPBS masih di bawah BI atau OJK stadz, ? bila sudah di bawah OJK bila ingin bergabung dengan DPBS bagaimana cara nya, jazakallah khairan sebelumnya