meski waktu itu sangat penting, tetapi eksistensi waktu sangat terikat dengan eksistensi manusia. waktu itu ada dan menjadi penting karena ada manusia dan dianggap penting oleh manusia. sementara untuk semua yang di luar manusia, waktu menjadi tidak relevan, tidak penting.semut tidak membutuhkan pengetahuan tentang waktu, mereka sudah tahu kapan harus mencari makan, berkoloni dan saling membantu. pohon durian dan rambutan juga tidak membutuhkan waktu kapan harus berbuah dan kapan tidak, karena musim dan kelaziman itu sudah menyatu dengan siklus organik dalam dirinya. air dan udara juga tidak membutuhkan waktu kapan dia harus mengalir dan bergerak menjadi angin, karena mereka lebih terikat pada hukum gravitasi dan kelembaban.
yang membutuhkan waktu itu manusia. dengan mengenal dan berhitung-hitung dengan waktu, maka manusia dapat mengkira-kira usia dan harapannya, merencana hidup dan mengisinya, mengkalkulasi kapan memulai dan kapan selesai. waktu membuat hidup manusia menjadi terukur, sistematis dan menuju efisien. menggunakan waktu manusia juga mengenal diri, ruang dan zaman kehidupannya. karena waktu manusia mampu mengelola hidup dan kehidupannya, mengenal lingkungan dan kelazimannya.
begitu pentingnya waktu bukan? terserah anda berhitung-hitung menggunakan basis waktu yang berbeda-beda; basis bulan atau matahari. esensinya waktu dibutuhkan dan penting untuk manusia. tetapi tidak jarang manusia berlebihan memperlakukan waktu. karena posisinya yang penting seringkali angka-angka waktu dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa dunia. waktu menjadi variabel independen dari kejadian dan takdir. padahal waktu hanya alat pengenal dari proses perjalanan alam dan manusia.
begitulah waktu, dikenali, diabaikan dan dipuja-puji. nah, mungkin tahun baru sebagai penggal-penggal waktu yang dirayakan, merupakan bentuk apresiasi manusia pada keberadaan waktu.
0 komentar:
Poskan Komentar