Kamis, 08 Juli 2010

Pejuang Ekonomi Islam


Kali ini saya ingin membicarakan satu masalah yang paling krusial dalam perjuangan ekonomi Islam, yaitu masalah pengelolaan para pejuangnya. Definisi pembinaan yang saya maksud adalah proses perekrutan dan pembentukan, pemeliharaan dan pembinaan, serta kerja dan kontribusi. Perjuangan ekonomi Islam; semangatnya, konsistensinya dan gelombangnya sangat tergantung pada proses pengelolaan pejuangnya.

Keberadaan pejuang pada jumlah yang memadai, dengan kualitas ruhiyah, aqliyah dan jasadiyah yang prima serta dengan motivasi yang cukup tinggi, tentu akan menjadi modal utama dan paling berharga dalam perjuangan ekonomi Islam. Oleh sebab itu proses pengelolaan pejuang ekonomi Islam menjadi kemutlakan untuk mencapai sasaran-sasaran dakwah ekonomi Islam. Untuk anda yang telah ikhlas memposisikan diri menjadi pejuang ekonomi Islam, mohon perhatikan ini, dan ukur kapasitas anda.

Perekrutan dan Pembentukan
Pertama, pejuang-pejuang ekonomi Islam saat ini lebih banyak berasal dari proses kesadaran individu bukan berasal dari sebuah proses perekrutan dan pembentukan yang terencana, sistematis dan terukur. Hal ini harus dimaklumi karena menjadi fitrah dari sebuah generasi awal perjuangan. Namun untuk mencapai sasaran-sasaran yang lebih besar dan luas, maka perekrutan dan pembinaan yang terencana, sistematis dan terukur harus segera dilakukan dengan rapih dan tertib.

Para pejuang senior harus mampu menjaring potensi-potensi umat untuk dapat dibentuk menjadi calon-calon kader pejuang. Antusiasme dalam mengajak potensi umat dan konsistensi ketauladanan prilaku/akhlak ekonomi Islam dari para pejuang senior menjadi begitu penting dalam proses awal ini. Oleh sebab itu, wahai para pejuang, konsistensi kita dalam perjuangan ini bukan hanya akan menentukan capaian-capaian perjuangan tetapi menentukan pula nafas perjuangan ini kedepan, karena ia akan mempengaruhi seberapa banyak kader-kader baru tertarik untuk ikut dalam barisan perjuangan ini.

Pernahkah anda terkesima dengan seorang mahasiswa yang bertanya kepada anda, dimana dia bisa ikuti majelis pembinaan ruhiyah pekanan yang mampu membentuk dirinya menjadi seperti diri anda, atau seorang karyawan yang meminta informasi lowongan kerja di tempat yang lebih halal dan berkah setelah menerima taujih ekonomi Islam, atau seorang ibu yang bertanya dimana ia dapat menyalurkan hartanya untuk ummat dan dakwah ketika tersentuh dengan kerja-kerja perjuangan anda? Sungguh, wahai saudaraku, ummat ini menunggu antum, menunggu pejuang-pejuangnya yang dapat menjadi tauladan dan mampu memberikan ketauladanan dengan konsisten. Menjadi penunjuk jalan dengan pelita yang terang benderang bagi mereka. Menjadi sahabat yang selalu ada baik ketika langit teduh maupun ketika badai menerpa.

Mari ajak sebanyak mungkin umat menjadi semakin akrab dengan agamanya, dengan tabiat-tabiatnya, akhlak prilakunya, dengan Islam dalam aktifitas ekonomi. Dan pasti atas izin Allah SWT, ada diantara mereka yang bukan cuma akrab dengan prilaku-prilaku itu, tetapi juga bersemangat merencanakan, melaksanakan kerja-kerja perjuangan penegakkan ekonomi Islam pada semua lini kehidupan. Mereka bersemangat berjuang, mengabdikan hidup dan kerja-kerjanya, agar semakin banyak manusia akrab dengan prilaku-prilaku baik ekonomi Islam, agar panji Islam kembali berkibar diwilayah ekonomi dan menjadi tauladan atau bahkan katalisator berkibarnya panji Islam di wilayah yang lain.

Pemeliharaan dan Pembinaan
Pejuang sejati akan menjaga dirinya sebagai pejuang. Menyadari betapa dirinya selalu terancam oleh hantu-hantu perjuangan. Rayuan dan godaan harta, ajakan menggoda dari kemegahan dan kenikmatannya, selalu menghantam logika dan jiwa pejuang. Oleh sebab itu, pejuang membutuhkan perisai, bukan hanya berguna bagi penjagaan diri pribadi pejuang tetapi lebih dari itu, perisai akan menjaga derap langkah perjuangan menegakkan nilai-nilai kebaikan akan terus bergerak kedepan.

Perisai terbaik yang hakikatnya berfungsi menjaga perjuangan adalah pembinaan berkelanjutan bagi pejuang itu sendiri. Pembinaan ruhiyah, aqliyah dan jasadiyah yang terus menerus, terencana, sistematis dan terukur diharapkan akan membentuk pribadi-pribadi pejuang yang tangguh yang siap berdiri disemua medan perjuangan. Hal ini berlaku juga bagi pejuang-pejuang ekonomi syariah. Akan sangat tidak baik jika pejuang ekonomi syariah tidak berada dalam lingkar majelis-majelis pembinaan, yang akan konsisten mengingatkan hakikat dirinya dan perjuangan, yang mengasah ketajaman dan kepekaan jiwanya, yang memahirkan kemampuannya dalam berekonomi secara Islam.

Oleh karena ini, saya mengajak diri saya sendiri dan semua pejuang ekonomi Islam dimanapun anda diamanahkan Allah SWT untuk berjuang, untuk menjaga diri dalam majelis-majelis pembinaan. Para aulia sudah mengingatkan bahwa berkumpul dengan orang-orang shaleh atau mereka yang berusaha menjadi shaleh saja akan mengobati penyakit hati, apatah lagi jika kumpulan itu mengkaji ilmu, membuat dirinya semakin dalam masuk pada ruang-ruang keislaman.

1 komentar:

uii profile mengatakan...

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii