Senin, 25 Agustus 2008

Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Krisi Ekonomi Global

Guncangan ekonomi dunia berupa krisis pangan dan bahan bakar minyak cukup merepotkan beberapa negara maju, sampai-sampai perekonomian mereka mengalami kontraksi yang cukup signifikan, meskipun beberapa pakar masih memprediksikan sejauh ini krisis itu belum melewati masa kritisnya. Bagaimana ekonomi Islam melihat fenomena tersebut?

Jika kita kembali pada definisi ekonomi Islam dan karakteristik yang semestinya terbangun dalam sebuah mekanisme dan bangunan ekonomi, maka sesungguhnya yang terjadi saat ini adalah sebuah hasil dari gap antara sektor keuangan dan riil. Ada yang mengatakan bahwa krisis global berupa krisis pangan dan BBM merupakan krisis sektor riil. Betulkah?

Secara sederhana hal ini merupakan akibat perkembangan yang tak terkendali di sektor keuangan secara global. Praktek spekulasi dan terpeliharanya mekanisme interest rate membuat daya gravitasi industri keuangan dunia menjadi semakin besar. Daya tarik inilah yang kemudian membuat para pemilik modal lebih suka meletakkan dananya di sektor tersebut. konsekwensinya industri untuk memproduksi komoditi pangan semakin tidak menarik, terlebih lagi ketika faktor-faktor terkait cenderung tidak mendukung, seperti isu cuaca yang tak bersahabat akibat global warming. Hal ini semakin menguatkan persepsi sektor pangan yang memiliki risiko tinggi untuk tempat berinvestasi. Sementara prilaku spekulasi memanipulasi pergerakan harga BBM, yang bukan lagi ditentukan oleh kekuatan demand - supply tetapi cenderung oleh rumor-rumor yang sengaja di-drive oleh spekulator (yang menunjukkan isu moral juga semakin menunjukkan peran yang signifikan mengacaukan perekonomian).

(bersambung)

Tidak ada komentar: