Selasa, 16 Juni 2009

Ekonomi Islam dan Kematian

Mati. Kematian. Objek renungan yang memiliki berjuta makna dan fungsi. Ia menjadi pedoman untuk berharap, berencana dan bertindak. Namun pedoman itu bergantung pada perspektif kita memandang kematian. Tidak ada yang membantah kalau kematian adalah keniscayaan. Yang berbeda adalah keyakinan yang berimplikasi pada perhatian terhadap hal-hal sebelum atau sesudah kematian. Dan akhirnya semua perbedaan keyakinan itu nampak pada penyikapan-penyikapan pada hidup dan kehidupan.

Ketika anda meyakini tidak ada kehidupan setelah hidup, maka implikasinya adalah perhatian anda hanya akan tertuju pada kehidupan sebelum mati. Sementara jika anda percaya bahwa ada kehidupan setelah mati, terlebih lagi jika kebahagiaan kehidupan setelah mati memiliki korelasi dengan baik tidaknya anda dalam hidup sebelum mati, maka tentu implikasinya adalah anda akan berhati-hati dalam menjalani hidup sebelum mati. Oleh sebab itu, menjadi tidak relevan istilah “menikmati dunia” ketika tujuan puncak hidup kita adalah kehidupan setelah mati.

Sayangnya, begitu banyak manusia yang memfungsikan kematian hanya sebagai batas akhir dalam menikmati dunia. Sehingga banyak diantara kita yang berusaha sekuat tenaga untuk memperlama datangnya kematian. Karena semakin lama mati datang semakin panjang usia penikmatan dunia.

Latar belakang inilah yang menjelaskan peran kematian dan kehidupan setelahnya menjadi penting dalam Ekonomi Islam. Keyakinan pada pertanggungjawaban dunia pada kehidupan setelah kematian akan menentukan derajat kepatuhan kita pada syariah dan seberapa baik kita dalam berprilaku (derajat keshalehan). Ya, akhirnya jelas bagi kita mengapa seringkali Tuhan menekankan urgent-nya percaya pada hari akhir dalam firman-Nya. Jelas bahwa keyakinan itu berkorelasi dengan tingkat keshalehan.

Duh, terbayang di benak saya, kalau saja kekuasaan politik ada di tangan orang-orang shaleh, keputusan-keputusan hukum ada di tangan orang shaleh, senjata pembunuh ada ditangan orang shaleh dan harta kekayaan ada di tangan orang shaleh. Jika itu terjadi, saya idamkan terwujudnya sebaik-baik system politik, hokum, keamanan dan pastinya ekonomi.

1 komentar:

pak yeh mengatakan...

Saya berpendapat bahawa politik Islam adalah ekonomi Islam. Sebab politik adalah perihal ekonomi semata mata.Yang kafir akan wujudkan Kafirnomicsnya dan yang Islam perlu wujudkan Islamnomicsnya

Sila discusi rencana saya "Proof of Kafirnomics","Kafirnomics vs Islamnomics","Obama works for murderers:proof of kafirnomics pt2" di..

http://warongpakyeh.blogspot.com