Senin, 28 September 2009

Menghidupkan Sunnah, Membangkitkan Ekonomi Islam


Ekonomi Islam bukan sekedar bicara tentang kepatuhan pada hukum-hukum Tuhan, membayar zakat, menghindari riba dan menjauhi judi, tetapi juga meliputi prilaku-prilaku terpuji yang diinspirasi moral Islam.

Kepatuhan pada hukum-hukum syariat pada dasarnya bersifat memaksa, sehingga pelaksanaan ekonomi Islam pada aspek ini cenderung sebuah keniscayaan sistem. Tetapi kualitas aplikasi juga ditentukan warna lingkungan ekonomi, dimana kepatuhan nilai-nilai akidah dan akhlak Islam menjadi unsur yang paling krusial.

Berbeda dengan pelaksanaan hukum Islam dalam ekonomi, pelaksanaan nilai-nilai akidah dan akhlak lebih cenderung ditentukan oleh willingness dari pribadi-pribadi sebagai pelaku ekonomi. Oleh sebab itu pemahaman terhadap akidah dan akhlak menjadi begitu penting.

Dan cara yang paling sederhana untuk menjalankan perekonomian Islam melalui pembenahan akidah dan akhlak adalah menghidupkan sunnsh-sunnah Nabi dalam berekonomi. Menyuburkan sedekah, perhatian dengan keluarga dan tetangga, memelihara anak yatim dan care dengan kelompok masyarakat tak mampu, atau berbudaya hidup sederhana (hemat tidak bermegah-megahan), menjadi sebagaian kecil yang mampu meningkatkan kualitas aplikasi ekonomi Islam.

Mari hidupkan Sunnah!

1 komentar:

Nizam Classic mengatakan...

terima kasih atas penjelasanya